Minggu, 06 April 2014

TB itu penyakit yang memalukan ?

Lalu , apakah dengan kena TB masa depan saudara akan hilang ? Saya kira itu bukan pertanyaan dan bukan juga jawaban. Masih ada harapan untuk sembuh

Benarkah TB itu penyakit orang........

Ketika saya mendengar siapa pun di diagnosa TBC . Apa yang muncul di pikiran Saudara ? Apakah sama seperti saya .
Bagi ku orang yang menderita tuberkolosis itu adalah orang bodoh dan sangat bodoh, kenapa aku bisa bilang seperti itu ? Apa mereka gak tau kalo merokok itu merusak ? Apa mereka gak bisa mikir tidak tidur semalam untuk hal yang tidak jelas itu baik untuk kesehatan ? Lebih memilih kredit barang mewah daripada memewahkan makanan ? gak tau apa kebersihan dll.
Saya kira Yang diminta itu bukan hal hal yag sulit sekali untuk dilakukan tapi kok ada saja

Belum lagi , kebodohan itu dekat sekali dengan kemiskinan. Lengkap lah sudah .



Terus, 


Sakit bukanlah kehendak, tak seorangpun ingin sakit.Demikian juga mereka yang sakit TB hal demikian bukanlah keinginan mereka. Bukanlah keinginan mereka untuk minum obat secara rutin selama enam bulan.

Terus,bukan kah aku sudah menghakimi pasien TB dengan stigma yang tidak baik . Dan aku berdosa. Aku sudah menggunkan standar yang begitu ketat terhadap mereka. Bagaimana hal itu bila terjadi dengan sanak saudara ku? Apakah aku masih menggunakan standar seketat itu ?

Terapi bagi pasien TB

Seorang yang di diagnosis TB minimal mengkonsumsi paket obat minimal selama enam bulan secara rutin. Sekali saja terlupakan atau dilupakan terapi obat itu harus diulang lagi dari awal. Oh tidak !

Mengkonsumsi jenis obat apa pun dalam jangka waktu yang panjang tidak baik bagitubuh bila tidak diimbangi dengan nutrisi yang baik , minuman yang cukup . Bisa saja ada masalah di ginjal setelah TB nya sembuh.

Sebagai mahasiswa yang tinggal tidak bersama orang tua. Aku sering sekali menginagatkan teman yang sedang menjalani terapi TB selama enam bulan tadi untuk lebih jeli dan ketat dalam memilih makanan yang jauh lebih bernutrisi daripada yang aku konsumsi. Bagaimana mungkin asupan makanan ku yang sehat sehat saja sama dengan orang yang sedang menjalani terapi minum obat. Bukankah di dalam tubuhnya sedang  terjadi 'repair', ada pembaharuan untuk memperbaiki sel atau apalah . Yang jelas seorang yang sakit harus lebih selektif untuk urusan makanan.dan itu sering saya sampaikan bagi teman yang sedang sakit atau baru saja sakit.


Keberhasilan TB ya musti rutin makan obat selama 6 bulan, lah gimana dong kalo lupa...sekalipun mereka sadar dan tahu benar cara kerja antibiotik pasti tidak ingin sekalipun mereka untuk lupa meminumnya. Disinilah diharapkan peran pendamping dibutuhkan untuk saling mengingatkan untuk rutin konsumsi makan obat.

Kesembuhan pasien TB 

Semua yang sampaikan diatas adalah keadaan pasien TB dalam keadaan ideal . Maksudnya ideal menurut saya ialah Pasien tidak suka sakit,punya keinginan kuat untuk sembuh,memiliki edukasi yang baik tentang proses penembuhan TB,kesadaran yang baik,dan mampu secar ekonomi.

Nah, bagaimana dengan mereka yang sebenarnya tidak suka sakit tapi mau gimana lagi udah sakit. Mereka juga ingin sembuh,hanya saja mereka tidak memiliki edukasi yang baik ,tingkat pendidikan  yang  rendah,belum lagi yang memiliki kesulitan secara ekonomi .
Untuk makan saja susah, bagaimana untuk berobat ?
Bukankah pasien TB itu kebanyakan dari kalangan ekonomi bawah... Lalu ?
Biarlah kita menjawab di hati kita masing masing